Libur-libur gini enaknya leha-leha sambil baca buku dan minum jus buah. Tapiiii, ternyata malah menjadi juru masak di rumah. Hehehe...
Kata mama biar bisa jadi IRT yang pinter masak (jleebb).
Bahan :
1. Ayam 1 ekor
2. Saus tomat
3. Saus sambal
4. Saus tiram
6. Bumbu kacang
Keterangan :
1. Ayam udah dibersihin dan direbus pakai garam, jahe, dan daun salam. Dari sini dapat kuah kaldu.
2. Bumbu kacang diencerin
3. Panggangnya pakai : happy c4ll
Cara membuat :
1. Ayam + saos tomat + saus sambal + saus tiram + bumbu kacang + kuah kaldu (secukupnya) ditaruh di happy c4ll.
2. Ratakan bumbunya ke ayam.
3. Tutup happy c4ll.
4. Tunggu sampai matang dan bumbu merata (bumbu nyerap ke ayam).
5. Hidangkan.
6. Makan.
Masak dibawa asik-asik aja.
Selamat mencoba :D
Wednesday, July 29, 2015
Sunday, June 28, 2015
The Power of Dream
Bismillah..
Mau berbagi "the power of dream".
Mau berbagi "the power of dream".
Tulisan yang masih tertempel dari tahun 2012 itu ternyata bisa menyihir diri sendiri. Awalnya dari baca buku "Jalan Cinta Para Pejuang" karya ust. @salimafillah tertulis : Cita-cita adalah mimpi yang bertanggal.
Dalam hati nanya : "masa sih?"
Akhirnya iseng2 mau buktiin kalimat tersebut.
Jadilah dibuat tulisan kayak di foto + ngasih tahun pencapaiannya.Tadinya mau sama sekalian tanggal dan bulannya, tapi hmmm coba dulu tahunnya aja.
Dalam hati nanya : "masa sih?"
Akhirnya iseng2 mau buktiin kalimat tersebut.
Jadilah dibuat tulisan kayak di foto + ngasih tahun pencapaiannya.Tadinya mau sama sekalian tanggal dan bulannya, tapi hmmm coba dulu tahunnya aja.
Kertas itu sengaja ditempel di sebelah cermin kosan. Jadi setiap kali ngaca, selalu terbaca kertasnya.
Singkat cerita, awalnya maluuu nulis mimpi setinggi itu, iya kalo bener kesampean. Hahaha
🌸
Memasuki tahun 2013, ikutan PKM-KT (2 bidang). Dan ga nyangka lolos ke dikti. Sayangnya u/ PKM-KT hanya sampai lolos/nggak dan kalo lolos dapat penghargaan berupa fee yang menurut anak kosan lumayan banyak 😊 . Kalo PKM 5 bidang kalo lolos bisa sampai ke PIMNAS. Agak meleset sedikit dari mimpi.
🌸
Memasuki tahun 2014, siapa sangka lagi kalo beneran bisa berangkat pertukaran pelajar mahasiswa farmasi ke Romania. Suer, pas itu baru pertama kali dengar negara itu dan ngeliat petanya di google. Daann yang bikin kaget adalah ternyata Romania itu dekaaattt banget sama Turki. Cuma 8 jam perjalanan kalo pake travel mirip geulis yang di Jatinangor. Hagia Sophia itu terletak di Turki. Haaahh ternyata meleset sedikit juga dari mimpi.
🌸
Nothing is impossible for Allah. Kun Fayakun.
🌸
In the end, mimpilah setinggi-tingginya karena apabila kamu terjatuh, kamu masih tersangkut diantara bintang-bintang *ceileehh* 😂
🌸
Pssstt... Kuncinya : Usaha + Doa + Yakin 😉 ---> ternyata masih ada impian yang menunggu di tahun 2015 ini.
🌸
Semoga bermanfaat
Singkat cerita, awalnya maluuu nulis mimpi setinggi itu, iya kalo bener kesampean. Hahaha
🌸
Memasuki tahun 2013, ikutan PKM-KT (2 bidang). Dan ga nyangka lolos ke dikti. Sayangnya u/ PKM-KT hanya sampai lolos/nggak dan kalo lolos dapat penghargaan berupa fee yang menurut anak kosan lumayan banyak 😊 . Kalo PKM 5 bidang kalo lolos bisa sampai ke PIMNAS. Agak meleset sedikit dari mimpi.
🌸
Memasuki tahun 2014, siapa sangka lagi kalo beneran bisa berangkat pertukaran pelajar mahasiswa farmasi ke Romania. Suer, pas itu baru pertama kali dengar negara itu dan ngeliat petanya di google. Daann yang bikin kaget adalah ternyata Romania itu dekaaattt banget sama Turki. Cuma 8 jam perjalanan kalo pake travel mirip geulis yang di Jatinangor. Hagia Sophia itu terletak di Turki. Haaahh ternyata meleset sedikit juga dari mimpi.
🌸
Nothing is impossible for Allah. Kun Fayakun.
🌸
In the end, mimpilah setinggi-tingginya karena apabila kamu terjatuh, kamu masih tersangkut diantara bintang-bintang *ceileehh* 😂
🌸
Pssstt... Kuncinya : Usaha + Doa + Yakin 😉 ---> ternyata masih ada impian yang menunggu di tahun 2015 ini.
🌸
Semoga bermanfaat
Saturday, June 13, 2015
Unplanned Trip
Berawal dari sebuah obrolan di dapur kosan tercinta...
Satu teman kosan lagi (Y) asik goreng bakwan, saya lagi nyuci piring, dan satu lagi (I) lagi ubek-ubek bahan masakan di kulkas. Pas itu emang kosan lagi termasuk sepi karena penghuninya lagi malala entah kemana, ada juga yang lagi pkl di Bandung.
Emang dasar obrolan (calon) emak-emak, ga tau gimana obrolan bisa sampai pada sebuah rencana jalan-jalan.
Nentuin tempatnya?
Cuma dari 'katanya dan katanya', alhasil jadi penasaran mau ngunjungin tempat-tempat itu.
Okelah, jadi pada malam hari itu juga, tujuan kami bertiga pergi ke Dusun Bambu dan De Ranch.
Kalo ke arah Lembang, di perempatannya dusun bambu ke kanan, dan kalo de ranch ke kiri *atau kebalik ya?*
Perginya?
Kendaraan pribadi anak kosan mah yaaa angkot, bis, dan kereta. Kece lagiii... tiap hari gonta-ganti supir melulu :D
Jadilah, malam hari itu, gotong royong di dapur bikin bekel makanan untuk jalan-jalan besok pagi.
Timingnya juga diambil pagiiii hari yaitu jam 7 pagi kami chaaww dari kosan.
Untuk masalah denah dan petunjuk arah modalnya dari baca blog orang sebelum pergi dan GPS hp.
Membantu banget nyari tempat yang belum pernah dikunjungin kayak itu.
Kebetulan ngekos di Ciseke (Jatinangor), jadi track nya :
1. Dari Nangor naek Damri yang jurusan Elang.
2. Turun di terminal leuwi panjang
3. Naek bis yang ke arah terminal ledeng
4. Dari ledeng, naek angkot putih ke arah lembang (naahh bilang ke supirnya kalo mau turun di angkot yang ke cisarua, entar dibilangin da)
5. Naek angkot kuning jurusan cisarua
6. Turun di terminal cisarua (hati-hati digetok ongkosnya. Bayar aslinya cuma 5000)
7. Jalan kaki atau bisa naek ojek untuk sampai ke dusun bambu
Karena anak kosan sifatnya hemat bin murah, kami memutuskan untuk jalan kaki dari terminal ke dusun bambu. Di palangnya sih sekitar +/- 1 KM.
Aaahh deket itu mah kalo jalan bertiga.
Jreeenngg... ternyata sisa jarak 700 m nya lagi itu menanjak sampai atas. Udah gitu, pas tadi ditawarin mang-mang ojek buat ke sana, kami menolak. Ongkosnya 10.000, toh cuma tinggal 700 m lagi.
Semangat sampai akhir pokoknya mah. Saling menyemangati.
Setelah berjalan hampir 20 menit, finally, sampai juga di gerbang dusun bambu. Jam 10.37 (weekend) udah banyak juga mobil yang mengantri di gerbang. Waaww...
Di gerbang, kami bayar tiket 10.000/orang, padahal pas searching semalam harganya 15.000.
Alhamdulillah :D
Terus nanya ke pak satpam untuk masuk gerbang utamanya. Alhamdulillah kami dijemput sama mobil warna-warni untuk naek ke gerbang sesungguhnya. Gratis!
Hmmm udaranya juga sanga..sangat..segar..
(turun dari mobil)
(pemandangan dari atas jembatan)
(here we are : selfie mode on)
(samping kiri : rumah burung)
Jadi rumah burung itu kayak rumah makan. Nah untuk masuk ke dalamnya, harus reservasi dulu, baru deh dibuka pintunya.
(danau sangkuriang)
Nah danau sangkuriang ini icon/ciri khasnya dusun bambu. Ini kayak tempat untuk kemah, dan ada tempat juga untuk naek sampan. Yang ngedayungnya : penumpangnya sendiri :D
(disuruh)
Dipaksa untuk nulis ginian sama anak-anak kosan biar jadi impian ceunah.
(kalo belum foto di sini, belum ke dusun bambu namanya)
Setelah dari sangkuriang, naek lagi ke atas. Naahh disana lebih indah lagi. Ada air terjun, taman bunga warna-warni, dan tempat piknik unik. Disediain payung untuk neduh selama piknik.
(perjalanan menuju ke atas)
(taman bunga)
(taman bunga)
(let it flow)
Hmmm penting juga untuk bawa payung, karena seringkali suasana di sana suka PHP. Kadang rintik-rintik romantis *ceileh, kadang terang benderang.
Oya selain tempat-tempat yang disebutin di atas, ada juga restoran-restoran yang menyediakan pemandangan yang "waaaah" kalau melemparkan pandangan keluar kaca.Pas pulangnya, ga sempat pergi ke de ranch karena ga cukup waktunya.
Semoga lain kali bisa pergi ke de ranch (mau belajar nunggang kuda) :D
Happy Holiday~
Friday, June 12, 2015
Pertemuan, (tanpa) perpisahan
Akhirnya kita kesampean juga ya foto bareng dan makan bareng-bareng. Udah diagendain dari 2 minggu kemarin, tapi susaaahh banget nyari waktu yang pas. Dua orang ikut kelas apoteker gel 2 (riweuh menjelang PKPA) dan 5 orang ikut kelas apoteker gelombang 1 (riweuh ujian-ujian kelulusan), tapi alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk kita kumpul bareng sebelum akhirnya pada mencar-mencar setelah apoteker ini.
Dimulai dari foto-foto di Jonas dan makan-makan bareng di SS, sayang.
Benar-benar kesempatan yang "langka" anak farmasi bisa hang out kayak gini. Hahaha...
We shared our dreams and all stories, and of course the future.
Ternyata ada beberapa yang udah siap melangkah dan menyiapkan "agenda" masa depan, dan masih ada juga yang abu-abu.
Hmmm klo saya masih termasuk yang abu-abu.
It depends to Allah...
Akhir dari cerita kami : Sebaik apapun manusia merancang masa depannya, semuanya harus dikembalikan lagi ke Allah. Allah knows the best! Rencana Allah yang paling baik.
Pas lagi nulis blog ini, selintas ingat beberapa lirik yang pas dengan pertemuan kali ini. :
"Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini"
Kalau nanti kita belum bisa reunian lagi di bumi-Nya, semoga kita bisa reunian lagi di jannah-Nya.
Aamiin :)
Sincerely,
Adila
Ana uhibbukum fillah
Monday, May 11, 2015
Bisnis dan Hikmahnya
Malaaammm...
Gini hari sebenarnya lagi ngerjain tugas khusus PKPA dari RS, tapi saat saya nyalain hp yang habis di cas, masuklah sebuah SMS *sekarang banget*.
Dengan malasnya saya buka sms yang masuk. "aaahh paling dari provider yang mau ngasih tau kalo kuota internet udah mau habis (-.-)".
Ternyata saya salah.
Sms yang masuk dari nomer yang ga diketahui. Dengan cermat saya baca sms itu. Sempat kepikiran juga "aahh paling dari PT. Blablabla yang ngasih tau kalo saya menang undian blablabla".
Ternyata salah lagi.
Kali ini beneran serius baca sms nya. Awal sms nya udah "Assalamu'alaykum". Waahh ini sms serius!
Lanjut lagi mata mengikuti setiap huruf yang tertera di layar hp, sambil menyipitkan mata, biar ga salah baca.
Gini sms nya :
"Assalamu'alaykum. Mbak Dila, ini saya ****** tetangganya ******. Mbak klu pesan kerudung jumlahnya ******* ada discount nggak mbak? Makasih".
Haaa seriusan itu? Jumlahnya juga lumayan banyak :D *langsung teriak sambil mulut mingkem.
Maklum udah malam gini, jangan teriak nanti tetangga kamar kosan bangun.
Habis teriak mingkem gitu, saya terharu.
Allah memberi rezeki dari arah yang tak terduga.
Hubungannya sama hikmah bisnis apa dong?
Eheemm menurut saya *opini saya ya
Himkah berbisnis :
Bisnis itu adalah salah satu jalan menjemput rezeki yang sudah Allah persiapkan untuk masing-masing hamba-Nya. Percaya deh rezeki itu tak akan pernah tertukar. Banyak orang yang mengkhawatirkan akan datangnya rezeki, tapi luput ibadahnya yang mana yang selama ini Allah terima dan ridhai.
Ingat, rezeki itu mungkin saja efek samping (maklum anak farmasi) dari ibadah-ibadah yang selama ini dilakukan secara IKHLAS :D
Dinamika seorang pebisnis itu seperti naik roller coaster. Ketika udah berasda di puncak dan akan melewati lintasan yang menurun, orang-orang pasti akan teriak (aaaaa kenapa omzetnya mulai menurun).
Eh, ketika dalam kecepatan tinggi dan melalui lintasan yang menanjak, orang-orang akan teriak juga (aaaaa alhamdulillah omzetnya naik lagi).
Belum lagi, ketika berputar-putar di lintasan yang melingkar. Wuusshh begitulah gambaran berbisnis.
Pusing iya, mual apalagi *jujur ini mah.
Saat omzet menurun, kita menjadi instropeksi diri. Allah sedang cemburu dengan bisnis yang kita jalani. Allah diduakan :'( , Allah Maha Pencemburu (catet!)
Saat omzet naik, kita menjadi ahli syukur (aamiin), ingat Allah Maha Kaya. Psstt jangan lupa sedekah (y). Ada hak milik orang lain di harta kita loohh.
Yaaapp segitu dulu cerita malam ini.
Sleep early, wake up earlier.
Gini hari sebenarnya lagi ngerjain tugas khusus PKPA dari RS, tapi saat saya nyalain hp yang habis di cas, masuklah sebuah SMS *sekarang banget*.
Dengan malasnya saya buka sms yang masuk. "aaahh paling dari provider yang mau ngasih tau kalo kuota internet udah mau habis (-.-)".
Ternyata saya salah.
Sms yang masuk dari nomer yang ga diketahui. Dengan cermat saya baca sms itu. Sempat kepikiran juga "aahh paling dari PT. Blablabla yang ngasih tau kalo saya menang undian blablabla".
Ternyata salah lagi.
Kali ini beneran serius baca sms nya. Awal sms nya udah "Assalamu'alaykum". Waahh ini sms serius!
Lanjut lagi mata mengikuti setiap huruf yang tertera di layar hp, sambil menyipitkan mata, biar ga salah baca.
Gini sms nya :
"Assalamu'alaykum. Mbak Dila, ini saya ****** tetangganya ******. Mbak klu pesan kerudung jumlahnya ******* ada discount nggak mbak? Makasih".
Haaa seriusan itu? Jumlahnya juga lumayan banyak :D *langsung teriak sambil mulut mingkem.
Maklum udah malam gini, jangan teriak nanti tetangga kamar kosan bangun.
Habis teriak mingkem gitu, saya terharu.
Allah memberi rezeki dari arah yang tak terduga.
Hubungannya sama hikmah bisnis apa dong?
Eheemm menurut saya *opini saya ya
Himkah berbisnis :
Bisnis itu adalah salah satu jalan menjemput rezeki yang sudah Allah persiapkan untuk masing-masing hamba-Nya. Percaya deh rezeki itu tak akan pernah tertukar. Banyak orang yang mengkhawatirkan akan datangnya rezeki, tapi luput ibadahnya yang mana yang selama ini Allah terima dan ridhai.
Ingat, rezeki itu mungkin saja efek samping (maklum anak farmasi) dari ibadah-ibadah yang selama ini dilakukan secara IKHLAS :D
Dinamika seorang pebisnis itu seperti naik roller coaster. Ketika udah berasda di puncak dan akan melewati lintasan yang menurun, orang-orang pasti akan teriak (aaaaa kenapa omzetnya mulai menurun).
Eh, ketika dalam kecepatan tinggi dan melalui lintasan yang menanjak, orang-orang akan teriak juga (aaaaa alhamdulillah omzetnya naik lagi).
Belum lagi, ketika berputar-putar di lintasan yang melingkar. Wuusshh begitulah gambaran berbisnis.
Pusing iya, mual apalagi *jujur ini mah.
Saat omzet menurun, kita menjadi instropeksi diri. Allah sedang cemburu dengan bisnis yang kita jalani. Allah diduakan :'( , Allah Maha Pencemburu (catet!)
Saat omzet naik, kita menjadi ahli syukur (aamiin), ingat Allah Maha Kaya. Psstt jangan lupa sedekah (y). Ada hak milik orang lain di harta kita loohh.
Yaaapp segitu dulu cerita malam ini.
Sleep early, wake up earlier.
Salam,
Adilannisa
Mahasiswi yang lagi PKPA di RS
yang beberapa bulan lagi sidang profesi,
dan masih juga menjalankan bisnisnya.
Wednesday, March 25, 2015
(Tak) Bisa Mendua
Entah kenapa akhir-akhir ini aku terkenang masa-masa muda (sekarang juga masih muda kok) saat di bangku SMA. Setelah sebelumnya aku terkenang awal pertama hidayah datang untuk sadar bagaimana seharusnya jadi muslimah sejati (ada di tulisan yang bawah), dan di malam yang dingin ini setelah hujan reda dan angin malam yang menemani aku seorang diri untuk berbagi cerita dengan para pembaca.
Bismillah...
Hehehe judulnya tumben-tumbenan begini. Maklum suasana mendukung :D
InsyaAllah isinya pun juga begitu.
#DOR
#PadaMikirnyaApaNih
Jadi, dulu ada saudara seiman (perempuan) yang aku lihat lagi falling in love gitu sama Al-Qur'an. Kalau lagi seperti itu, rasanya aku mau support habis-habisan untuknya untuk mencapai nikmat iman, Islam, dan ukhuwah. Duuhh kalau dibayangin 3 nikmat itu rasanya susah digambarkan. Hati bawaannya senang terus dan jauh-jauh deh pikiran negatif. Aku mau dia ngerasain juga. Kan surga itu terlalu luas untuk dimasuki sendiri bukan?
Aku sempat terfikir dan tergerak untuk langsung memberikan Al-Qur'an yang aku punya untuk dia. Biar pas itu juga dia baca Qur'an di dalam kamarnya selepas shalat maghrib dan tenggelam dalam ayat-ayat cinta.
Tapi, hati aku berat rasanya untuk memberikan Al-Qur'an yanga ada di genggaman tanganku. Ada sesuatu yang mencegahnya T.T
Bukan karena Al-Qur'an yang aku punya itu tampaknya sudah buruk, lecek-lecek, dan ga layak diberikan sebagai hadiah, tapi ada alasan lain yang sangat berat untuk melakukannya.
Ketika itu aku seperti memasuki lorong waktu di tahun 2009 pas masih zaman SMA kelas 2.
(zaman masih muda)
SMA aku dulu mewajibkan untuk tadarus Al-Qur'an setiap hari Jum'at pagi sebelum memulai pelajaran. Yup, wajib untuk seluruh kelas, bagi yang non-Islam bisa memilih untuk di dalam kelas atau ke ruang kelas lain yang kosong.
Hahaha... saat itu aku berebut mengambil Al-Qur'an yang ada di lemari kelas, dan pastinya jumlahnya terbatas. Kadang dapat, kadang enggak.
Kalo ga dapat, yaaa jadinya minjem ke teman sebelah, jadi bacanya 1 Al-Qur'an berdua. Duduknya mah perempuan sama perempuan. Kesel juga sering ga kedapetan Al-Qur'an. Mau bawa dari rumah, adanya yang ukuran gede. Berat jadinya.
Akhirnya kalo gini terus (sering ga kedapetan) aku putuskan untuk punya Al-Qur'an sendiri.
Ketika lagi pergi bareng-bareng sama keluarga ke toko buku, aku pergi ke rak-rak yang khusus nyediain Al-Qur'an. Terus aku pilih yang lucu sampulnya dan enak hurufnya untuk dibaca.
Akhirnya aku pilih yang sampul kulit warna pink-ungu dengan kancing magnet, walau sebenarnya aku suka warna biru (ga ada pas itu warna birunya). Harganya juga cukup mahal.
Pas aku bilang ke mama mau minta dibeliin Al-Qur'an itu, mama nanya 1 pertanyaan yang berat.
"Emang bakal dibaca terus tuh Al-Qur'annya?" mama nanya dengan nada serius.
#jleeebbb
#BerfikirLama
#BaruSadarIyaJugaYaaaa
#KenapaBaruKefikiranSekarang
Terus aku meng"azam (tekad)"kan dalam diri : InsyaAllah Al-Qur'an ini menjadi Al-Qur'an pertamaku dan akan selalu aku baca.
"InsyaAllah ma" jawab dengan singkat.
Taraaa dengan hati riang gembira aku menanti-nanti hari Jum'at. Pas tiba harinya aku tenggelam dalam tadarus Al-Qur'an di SMA.
Dari lorong waktu itu, cerita tersebut adalah alasan kenapa hati aku berat memberikan Al-Qur'an aku kepada orang lain, walaupun sebenarnya bisa saja aku membeli Al-Qur'an yang lain yang lebih bagus dan cantik. Ya kan?
Karena azzam 6 tahun yang lalu, sampai saat ini aku tak bisa menduakannya.
Al-Qur'an ku, engakaulah kelak yang akan menjadi penerang kuburku.
Di akhirat nanti akan kujumpai engkau dalam bentuk yang seindah-indahnya.
Jakarta, 25 Maret 2015
-dengan beberapa tetes air mata-
Saturday, March 14, 2015
Tulisan di pojok ruangan
Malam ini saya diminta untuk menuliskan sebuah pesan untuk temannya teman saya yang baru menutup aurat (pakai kerudung). Kebetulan dia mau menghadiahkan kerudung yang saya produksi untuk temannya. Terus bingung lah mencari kata-kata yang tepat.
Akhirnya saya ubek-ubek google, mulai dari web dan gambar yang muncul setelah diketik keywordnya.
Daann pada web kesekian yang saya buka, muncullah kata-kata yang "pas" untuk muslimah yang baru hijrah. Kalimat yang tertera di webnya juga membawa saya pergi ke tahun 2009 silam, saat saya masih kelas 2 SMA.
Kenangan itu memang indah ^^
Saat jam istirahat sekitar jam 12.15 dan kebetulan adzan zuhur sudah berkumandang, perempuan remaja itu dengan seorang diri pergi ke mushala sekolah di pojok gedung.
Ia seorang diri bukan karena tidak ada yang mau berteman dengannya atau pergi shalat bareng, tapi karena ia terlalu asik dengan aktivitasnya di kelas saat jam istirahat, yaitu makan. Teman-teman yang lain sudah pergi sejak awal ke mushala dan menunda untuk mengisi perutnya, tetapi perempuan ini tidak.
Setelah mengambil wudhu, masih dengan muka yang basah, ia mengancingi lengan baju seragam sekolah, becermin untuk membetulkan sehelai jilbabnya, dan mencari-cari mukena di lemari kayu yang cukup besar menurutnya saat itu.
Ini sudah satu bulan ia hijrah untuk memakai jilbab saat kelas dua semester dua. Biasa saja pikirnya kala itu. Hanya berubah penampilan saja.
Dekat lemari mukena, ia menangkap sebuah kertas putih dengan laminating yang tertempel di dinding. Ia membacanya sejenak. Judulnya "Akhwat Sejati".
"apa itu akhwat?" tanyanya ke diri sendiri.
"ooohh kata 'akhwat' yang suka nempel-nempel di dinding tempat wudhu. Berarti artinya perempuan." sejurus kemudian ia menjawab pertanyaannya sendiri.
Ia mulai membaca perlahan tulisan warna warni tersebut. Memang menarik mata :)
Begini tulisannya :
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…
- Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
- Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
- Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
- Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku…
- Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
- Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
- Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah…
-Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”
Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”
Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”.
Setelah membaca tulisan tersebut, ia menjadi instropeksi dan bertanya kepada diri "beginikah seharusnya seorang muslimah?".
Kemudian ia lanjut untuk shalat zuhur dan di hari-hari selanjutnya, tulisan di pojok ruangan tersebut menjadi tempat favoritenya untuk membaca dan memahami setiap kata yang tertulis di kertas laminating itu.
Tidak hanya sampai di sana saja, ia pulang ke rumah dan mencari tulisan lain di link yang tertera di kertas favoritenya. Kemudian ia menyebarkannya di blog maupun di facebook (saat itu masih "asing" medsos facebook).
Semenjak pertemuannya dengan kertas tersebut, ia mendapatkan hidayah.
Perempuan remaja itu adalah saya :)
*terima kasih kakak-kakak ROHIS SMAN 12 JAKARTA yang sudah membuat dan menempelkannya di dinding mushala perempuan (siapapun itu pelakunya ^^) "
Psstt... kelas 3 SMA saya sudah mulai panjang jilbabnya dan berlapis dua. Alhamdulillah nyaman banget.
Jadi, salah untuk teman-teman yang mengira saya sudah memakai kerudung panjang sejak dari SMP atau awal SMA ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)


















