Wednesday, May 11, 2016

Sepotong Episode : Why people changed?

Senja itu, aku pergi keluar dari dalam rumah seorang diri menuju bibir pantai. Tangan kananku memegang gulungan tikar kecil dan tangan kiriku menenteng satu buah kelapa yang sudah dibuka bagian atasnya untuk kunikmati sendiri saat senja.
Jarak yang harus kutempuh tidaklah terlalu jauh sekitar 400 meter dari balkon rumah. Ssssttt jangan sampai orang rumahku tahu kalau aku diam-diam menemui senja. Biasanya aku lakukan ketika aku memang mau merenung dan berfikir sendiri atas kejadian-kejadian yang silih berganti hadir ke dalam kehidupan. Tak mau diganggu orang.
Sejurus kemudian, aku lebarkan gulungan tikar kecil ke atas pasir putih tapi tikarnya susah untuk dirapihkan karena angin pantai menggangguku. Huuhh! Jadinya, aku cepat-cepat duduk di atas tikar dengan model gaya kakiku yang khas ketika duduk lesehan : menekuk kedua kaki ke belakang seperti membentuk huruf W, bukan model bersila ya. Wallahu'alam katanya itu berbahaya, tapi aku sedari kecil memang sudah ahli dan terbiasa duduk nyaman seperti itu. Biarkan saja, yang penting aku nyaman dan kini aku sendiri, jadi tidak ada yang bisa protes.
Tatapanku tertuju ke laut lepas yang bermandikan cahaya orange berbaur kuning di permukaan laut. Andai aku dapat melukis, aku akan sering dan berlama-lama menanti senja hadir dan pergi, kemudian mengabadikannya melalui goresan kuas di kertas.
Maha Indah Allah atas ciptaan-Nya...
Melihat ombak yang saling berkejaran membuat pikiran yang kala itu gundah dan penuh tanda tanya menjadi sedikit terlupakan. Benar saja, aku melangkahkan kaki ke tepian pantai adalah untuk mencari jawaban atas sebuah pertanyaan.
"Allah, why people changed? Teman-teman yang dulu menjadi inspirasiku & guruku untuk hijrah seperti saat ini, mengapa mereka semua tak lagi sama seperti yang dulu ku kenal? I'm really disappointed. How to keep hidayah for every soul?" batinku dalam hati.
"How they changed immediately? Are they too much bad environment influence? What can i do to thank to them who has inspired me when all changed? Hidayah, you are so precious." aku menatap kosong genggaman pasir yang berjatuhan dari tangan.
"Berharap kelak waktu dapat menjawabnya. I hope so....".

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" (Al-Qasas : 56).

Life is about


Sometimes we're on the top then we're in the bottom.Top..bottom..top..bottom..
Life is about balance~

Where is the middle?
Then the middle is about survive and keep going on or going down depending an action (Raihannisa, 2016)

Sunday, May 8, 2016

Ibu, anak, dan Al-Qur'an

Rasulullah Saw bersabda, "Apabila kamu melewati taman-taman surga, berlabuhlah di sana."
Ada sahabat yang bertanya, "Apakah taman-taman surga itu?"
Beliau menjawab, "Majelis-majelis ilmu." (H.R. Thabrani)

Alhamdulillah wa syukurillah. Hari ini mau berbagi ilmu dari secuil kenikmatan berada di taman surga. Hari Sabtu aku menyengajakan pergi ke majelis ilmu di AQL Islamic Center, Tebet. Bagi yang mau ke sana gampang banget angkutannya. Dari terminal kampung melayu, tinggal naik mikrolet 44 dan minta berhenti di pom bensin shell setelah melewati SMP 115. Setelah turun di pom bensin, tinggal jalan kaki ke dalamnya. Belokan pertama itu tempat AQL Islamic Center yang punyanya Ust. Bachtiar Nasir.
Tema kemarin itu tentang :
"Kalau bukan dipersiapkan ilmunya dari sekarang, terus kapan lagi? Pembicaranya juga yang sudah mempraktekan metode-metode menghafal Al-Qur'an kepada anak-anaknya, salah satu anaknya, Hilya, yang ikut acara Hafidz Cilik di RCTI setiap bulan Ramadahan".
Langsung ke ringkasannya aja ya ^^
Sebelumnya background bunda Hilya ini adalah lulusan akademi keperawatan. Beliau setelah lulus, bekerja di suatu RS, tapi tidak dapat menikmati pekerjaannya. Katanya, beliau mengambil keperawatan karena suka dengan ilmunya (segala sesuatu yang berhubungan dengan anak). Beliau berpesan kepada akhwat semua yang hadir, niatkan kuliah bukan untuk mencari kerja, carilah ilmu. Apabila mindset mu adalah kerja untuk mengumpulkan kekayaan dunia (uang), duuhh sayang banget waktumu terbuang, yaaa walau ga terbuang-terbuang banget sih. Uang bisa didapatkan darimana saja. Pintu rezeki itu banyak, jangan hanya ketuk satu pintu saja. Rezeki itu tidak selamanya tentang kekayaan dunia, seperti nikmat sehat, nikmat makan, nikmat bersin, nikmat bersyukur, nikmat umur panjang, nikmat ilmu, dll. Ilmu keperawatan yang beliau dapatkan sekarang digunakan untuk tumbuh kembang anak-anaknya.
"Setinggi apapun pendidikanmu wahai wanita, kembalilah ke rumah. Bentuklah generasi. Jangan meninggalkan generasi yang lemah dibelakangmu" bagitu pesan beliau.
Kedudukan anak :
1. Rahmat
2. Karunia
3. Rezeki
4. Investasi sedekah jariyah
5. Aset paling berharga
Oh ya banyak orang tua yang lupa kalau salah satu hak anak yaitu pendidikan Al-Qur'an. Jangan sampai orang tua hanya memberikan kebutuhan ilmu dunia saja, tapi ilmu akhirat anak terlupakan. Kasian anak yang tidak mengetahui siapa Tuhannya, Nabinya, Kitabnya ketika telah besar. Apa jadinya hidup di dunia tanpa agama?

Cara mendidik anak untuk mencintai Al-Qur'an :
1. Sejak masih janin, kasih stimulus Al-Qur'an
perdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan ibunya langsung (sesekali bolehlah pakai mp3). Eits jangan kasih lantunan musik klasik (ex : mozart). Lah kan sama-sama membuat aktif si janin & membuatnya tenang, apa bedanya?
Beliau pernah mendapatkan ilmu langsung dari seorang dokter yang mengatakan bahwa terdapat penelitian mendengarkan musik klasik & Al-Qur'an ke janin. Hasilnya adalah memperdengarkan musik klasik akan membuat si janin aktif, tapi aktif yang lebih mengarah ke autis, sedangkan dengan memperdengarkan Al-Qur'an, si janin menjadi lebih tenang di dalam perut dan aktif juga.
Weewww pengetahuan baru nih :D

2. Membacanya
Cara yang digunakan bunda Hilya adalah semenjak si anak berumur 6 bulan, beliau membuat Flash Card yang bertuliskan huruf-huruf hijaiyah dan dilatihkan langsung ke si anak sambil mengucapkan nama hurufnya. Emang si bayi ngerti? Walau belum ngerti tapi ia cepat menangkap suara dan akan cepat disimpain di dalam memorinya. Teknik audiovisual. Sambil main-main aja dilatihnya.

3. Menghafalnya
Cara menghafalnya bisa dengan dibaca bersama-sama dengan si anak setelah itu sesekali main games sambung ayat. Seruuu kayaknya :) . Pakai Al-Qur'an yang per juz aja. Juz 1, 2, 3, dst, jadi si anak ga berat membawanya. Ga selalu anak betah menghafal dengan cara duduk selalu di tempat. Ingat, anak itu aktif.

4. Mengulang hafalannya
Bikin jadwal muraja'ah (mengulang hafalan) dan tanamkan sifat disiplin ke si anak (ibunya juga ya...)

5. Memahami Al-Qur'an
Jelaskan ayat Al-Quran yang nampak di mata dengan kejadian yang terjadi di dunia. Jadi para ibu dan calon ibu harus mengetahui ayat ini perintah untuk ini. Ex : perintah menutup aurat ada di surat al-ahzab 59, orang-orang yang boleh melihat aurat kita yaitu mahram kita ada di surat an-nur 31, dll. InsyaAllah anak akan tambah cinta dengan Al-Qur'an.

6. Mengamalkan Al-Qur'an
Apalah arti ilmu bila tidak mengamalkannya?

7. Berdakwah terhadap Al-Qur'an

Dalam suatu kesempatan aku pergi mabit di masjid Habiburrahman, Bandung dengan teman-teman. Wuuiiihh banyak banget anak-anak kecilnya yang berlarian ke sana-sini mengejar temannya. Ketika tau info dari orang tuanya, anak-anak kecil yang berlarian itu sudah bisa menghafal 1-2 juz. MasyaAllah padahal umur-umur mereka masih sekitar 2 tahun, 3 tahun. Ya Allah malu dengan anak kecil tersebut (T.T)
Kalau sudah sedari kecil anak-anak dipersiapkan bekal agamanya, menurut aku tidak akan mereka tersesat ketika sudah besarnya. Oh ya penting juga diperhatikan, ketika sedang terjadi perpindahan dari gelombag alfa ke beta (anak mulai teler/ngantuk), buru-buru setelin muratal Al-Qur'an, insyaAllah akan lebih cepat anak mengingatnya dalam memori.

Tips-tips dari bunda Hilya :
1. Keteladanan orang tua
2. Banyak berdo'a untuk anak
3. Memberi motivasi
4. Disiplin dan sabar
5. Didekatkan dengan guru yang hafidz & hafidzah
6. Banyak mendengarkan tilawah Al-Qur'an
7. Ciptakan lingkungan yang kondusif
8. Memberikan apresiasi & sanksi
9. Bertahap sesuai kemampuan anak
10. Menyediakan fasilitas, ex : mushaf
11. Beri anak makanan yang halal & thayyib (baik untuk tubuh)
12. Batasi gadget & tontonan
13. Silaturrahim ke komunitas Al-Qur'an & ulama-ulama.
Ups, kelupaan 1 hal lagi, carikan ayah yang baik agama dan akhlaknya untuk anak kita kelak ;)


Semangat membentuk keluarga yang Rabbani & Qur'ani :)

Monday, February 15, 2016

Memaknai sendiri, sepi

Apa yang bisa dilakukan dengan orang yang belajar menyukai sepi?
Bukan ia tak mau bersosialisasi, tapi waktu dan keadaanlah yang membuatnya begitu.
Bukan pula ia tak mau berusaha mencari teman, tapi ia tak tau harus pergi kemana, dan bertemu siapa.
Apa yang bisa dilakukannya ketika keadaan, waktu, dan kesempatan ingin meminta dirinya untuk tinggal dalam kesendirian?
Entah untuk berapa lama.
Hari ini saja? Atau selamanya?

Dunia yang ia kenal 5 tahun silam, sungguh berbeda dengan keadaannya sekarang ini.
Ia tidak ingin jika dalam sendiri, ia melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Merasakan dirinya tidak berguna sama sekali.
Bergunakah ia hidup selama ini?

Kini ia hanya berharap suatu saat nanti ada orang yang mengajaknya keluar dari kesendiriannya, dan kesepiannya.

"Pasti cepat atau lambat orang itu akan datang" pintanya pada Tuhan di sepertiga malam.


Friday, February 12, 2016

Kehidupan Pasca Kampus

Menyikapi kehidupan pasca kampus.

Selama di kampus (kurang lebih 4 tahun) yang hanya didapat yaitu hard skill alias ilmu yang ditekuni, mending benar jurusan yang diambil sejalan apa yang kita impikan. Kalo salah jurusan? Jadilah kuliah menjadi setengah hati dan ilmu juga untung-untungan masuk.
Dear calon mahasiswa, coba deh ambil jurusan yang sesuai dengan kemauanmu dan yang bisa menopang impianmu. Setiap orang itu hebat, calon orang-orang besar, kamu itu bisa merubah dunia!
Please orang tua, jangan anakmu di-ultimatum dengan gengsi-gengsi yang tumbuh di masyarakat.
Menjadi dokter!
Menjadi arsitek!
Menjadi insinyur!
Menjadi pilot!
blablabla...
Ingat profesi tidak menentukan rezeki, tapi kegigihan dan ketulusan dalam menjalani profesi yang akan mendatangkan rezeki, sama syukur (jangan lupa!).
Itu gengsi yang berbicara bukan mimpi anak-anak kalian yang berbicara.
Beri mereka ruang untuk memilih dan membuat agenda untuk mimpi-mimpinya, tugas orang tua yaitu membimbing mereka untuk melihat realita sekarang ini. Zaman orang tua berbeda dengan zaman anak-anak Anda. Cara berfikir mereka pasti akan berbeda juga dengan cara berfikir orang dulu.
Coba menjadi orang tua yang kekinian (up to date), dan jangan mengikat :)
Kasih mereka tantangan untuk menyelasaikan permasalahan yang ada sekarang ini. Menerawanglah ke depan, bukan ke sekarang ini.
Bebaskan mereka bermimpi setinggi langit karena mereka ingin hidup dalam mimpi dan tujuan hidupnya, bukan dalam dunia kegengsian dari orang tua. Cukup bimbing saja mereka dan dekatkan lagi kepada Sang Maha Pencipta agar mimpinya tidak keblangsat istilahnya mah.
Beri mereka dorongan, semangat, dan energi untuk meraih apa yang mereka cita-citakan.
Oya, satu lagi, kasih mereka "KEPERCAYAAN".
Everychild has dream and don't make it limit.

Oke, balik lagi ke topik : kehidupan pasca kampus.

Kamu yang udah keburu kecemplung dalam dunia yang bukan dunia kamu, pilihannya hanya ada 3 (menurut saya) :
1. Segera perjuangkan lagi jurusan yang sesuai dengan minat dan mimpi kamu
2. Perbanyak melatih soft skill
3. Sabar dan berbaiksangka ke takdir Allah
Yang jadi masalah adalah ketika di kehidupan pasca kampus. Bingung deh mau ngapain kalo belum dapat kesibukan yang bermanfaat. Mangkanya kalo lagi jadi anak kuliahan, jangan jadi :
1. Kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang)
2. Kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat)
3. Kuda-kuda (kuliah-dakwah, kuliah-dakwah)
4. Kuda-kuda (kuliah-dagang, kuliah-dagang)
5. Kunang-kunang (kuliah-nangkring, kuliah-nangkring)
dan istilah lainnya...
Coba seimbangkan hidupmu. Hidupmu ga hanya di dunia aja kan? Kamu itu lagi otw ke kehidupan akhirat, tinggal nunggu giliran aja malaikat Izrail bertamu. Udah siap?
Hard skill + soft skill + akhirat skill = Balance :)
Berasa deh kehidupan pasca kampus 180 derajat berbeda banget sama yang kamu pikirin.
Hmmm saran aja, jangan nyaman sama sistem yang sudah ada. Maksdunya?
Yaaa itu, masuk TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, nah kalo udah penat sama kerja mau apa?
Bisa bertahan di dunia yang keluar dari sistem yang sudah ada?
Hei, you have your own talent, oppurtunity, and dream, haven't you?
Ayolaahhh be stonger than you think. Give a push and power for yourself.
Jangan jadi orang lemah karena udah masuk ke sistem.

Udah dulu nulisnya, semoga kata-kata yang ceplas-ceplos ini ada gunanya.
Maaf kalo ada yang kesinggung, bukan maksud begitu, tapi sangat bermaksud begitu.
Hehehe *not kidding for sure*

(tulisan ini adalah hasil ke-random-an diri di malam ini)
*tulisan ini sebagai catatan untuk diri sendiri saat di kemudian hari posisi penulis sudah bukan sebagai anak lagi*

Wednesday, December 30, 2015

Bisnis Asyiiikkk #part1

Bismillah ^^

InsyaAllah hari ini akan menulis permintaan teman-teman yang udah beberapa kali masuk ke medsos saya untuk berbagi pengalaman 'merintis usaha' dari 0. Jujur, ssaya belajar otodidak, ga punya ilmu ekonomi, marketing, dll istilahnya : Learning by Doing :D

Baiklah, dimulai dari pertengahan tahun 2013.

Awal mulanya, pertengahan tahun 2013 kemarin ini, saya masih duduk di semester 6, kuliah farmasi UNPAD. Beuuhh kuliahnya ga nahan. Lalu, saya melihat realita hijab pada tahun ini udah mulai aneh-aneh dan 'heboh' (pentul sana sini, pake bros yang ya ampuunn gedenya, blink-blink pula), konde yang menjulang tinggi, dan model-model aneh lainnya. Saya mulai dapat hidayah untuk menutup aurat saat kelas 2 SMA semester 2 (semoga ada kesempatan untuk berbagi juga tentang perjalanan mencari hidayah di blog ini ^^). Jadi, awal tergerak merintis usaha kerudung Syar'i's Cool (follow isntagramnya ya @syar_i_s_cool) karena melihat realita umat yang harus diluruskan. Geram rasanya. Kalau cara diomongin ga akan ampuh untuk merubah 'hobi' baru para wanita yang ingin tampil lebih cantik dengan cara hijab yang aneh-aneh.
Putar otak!
Harus main cantik pokoknya! 
Dapatlah cara 'main cantiknya'.

Ehhmm... kebetulan saya sukaaaaaa banget sama belanja. Dunia fashion aneh sekarang harus diubah dengan dunia fashion juga. Kebetulan di rumah, mama baru beli kerudung selembar bahan double hicon, bukan bahan paris ya. Suka sama bahannya. Lalu saya berinisiatif untuk membuat double itu kerudung dengan warna yang berbeda. Nah dapet deh strateginya :
1. Double hicon kalo dilapis 2 ga nerawang.
2. Saya membebaskan pembeli untuk memilih warna yang mereka sukai
3. Panjang max kainnya 115 cm
Pas kan untuk merubah cara menutup aurat yang kekinian : ga nerawang, pembeli lebih interest kalo diberikan kebebasan untuk memilih yang mereka suka (menjadi daya tarik produk saya), dan panjang kerudung yang cukup untuk menutup dada.
Tips : Tempatkan diri Anda sebagai pembeli sebelum berstrategi.
Akhirnya saya terjun langsung ke toko untuk mencari toko yang harga dan kualitas bahannya bagus. Alhamdulillah toko tersebut sampai sekarang menjadi toko kepercayaan saya dan hobi 'belanja' juga tetap tersalurkan ^^
FYI, saya kuliah di Jatinangor dan produksi di Jakarta (belanja dan bikin produknya di rumah). Kebayang kan babak belurnya saya? Kuliah, organisasi yang waw, dan bisnis jalan dalam satu waktu, tapi saya menikmatinya :D
Tips : Kalo mau berbisnis, perkuat niat di awal agar jika kamu mulai hopeless di tengah jalan, kamu bisa ingat lagi niat awal memulai.
Dimodalin sama mama 500.000. Penyakit pengusaha pemula yaitu "takut untuk memulai". Hahaha sama sih, saya juga kayak gitu mulanya, tapi karena dipaksa mama untuk coba berbisnis, ya udah keasikan sampai sekarang.
Tips :  Paksain diri untuk memulai atau minimal ada orang yang mendukung.
Oh ya, sebelum saya punya usaha sendiri, saya dari awal sampai pertengahan 2013 menjadi reseller sebuah Al-Qur'an. Dari sana saya belajar cara owner produk tersebut mengayomi reseller (jumlah diskon dan kemudahan yang diberikan) dan juga sambil ngumpulin uang untuk nambah modal. 
Tips : Sebelum menjadi owner, coba dulu belajar menjalani usaha orang lain, misalnya jadi distributor Syar'i's Cool atau yang lain ^^
Cara menentukan merk produk didapat saat saya lagi di kosan dan tidur-tiduran di kasur, menerawang ke langit-langit kamar. Merenung : "merk apa ya yang bisa mengajak orang lain merubah paradigma hijab Syar'i? karena mereka banyak melihat Syar'i itu panjang, ribet, panas, riweuh, ga modis alias jadul. Terlintas dipikiran Syar'i is cool, terus saya singkat menjadi Syar'i's Cool, artinya syar'i itu dingin, adem, dan keren. Tapi emang benar kan pada akhirnya bagi mereka yang udah membeli produk syar'i? Apalagi produk Syar'i's Cool. hehe
Tips : Coba cari brand yang bermanfaat juga, bukan hanya sekedar nama pengenal aja.

Bagi saya, yang terpenting dalam berbisnis adalah : Berani Bermental Rugi *catet ya* . Kalo ga berani bermental rugi, mending ga usah. Nanti nangis darah (bukan nakut-nakutin), but it's reality.
Fiuh, perjalanannya ga selalu mulus.
Tips : Berani Bermental Rugi dan Perkuat Niat. 
Alhamdulillah, bisnis baru 3 bulan berjalan, teman-teman Malaysia di fakultas saya juga pada suka, in the end, produk Syar'i's Cool udah sampai ke Malaysia duluan daripada ownernya sendiri. Mereka pesannya ga sedikit, langsung banyak sampai 1 lusin lebih. Ga lama setelah melihat ketertarikan pembeli dengan produknya, akhirnya diputuskan untuk diseriusin bisnis fashion muslimah ini.

Kalo bingung untuk berbisnis dalam ranah apa, coba dipertimbangin hal-hal ini :
Ambil bisnis di kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Tau kan arti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier?
* Kebutuhan primer : kebutuhan pokok, seperti sandang (pakaian), pangan (makanan, minuman, restoran, kedai, warung nasi, warung kelontong dll), papan (properti dan segala yang berhubungan dengan tempat tinggal).
* Kebutuhan sekunder : kebutuhan yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan primer, seperti hiburan, olahraga, mobil, motor, 
* Kebutuhan tersier : kebutuhan yang tergolong mewah/ luxuary, seperti perhiasan, laptop, tv layar datar, dll.
Nah dari tiga kebutuhan manusia itu, silahkan pilih mana yang cocok dengan minat kamu. Lihat pasar yang ingin diambil (kalangan rendah, menegah, atau atas).

Selamat memulai ...
Jangan ragu untuk mencoba ...

Friday, November 6, 2015

Ternate, I'm In Love

29-09-2015

Yeeaayy alhamdulillah mood nulis blog datang lagi.

Kadang menulis itu memang harus menunggu mood biar betah berjam-jam di depan komputer dan jadi ga terusik dengan sekeliling, intinya fokus nulis, bercerita, dan berbagi :D
Oya jadi tambah mood nulis karena ditemani sama cemilan kesukaan : Kentang Goreng, French Fries. Bisa lebih fokus (makan?).

Perjalanan ke Ternate, dimulai saat siang hari di ruang tv ketika aku mengupaskan mangga untuk papa, yang aslinya untuk diri sendiri :)))
"La, mau ikut ke Ternate ga? Papa udah tinggal sekali lagi ke Ternate, proyek udah selesai" tanya Papa tanpa basa basi.
"Haaa? Beneran nih? Maaaauuuuuuu!!!!!" jawab aku tanpa pikir panjang.
"Ya udah kita berangkat Senin minggu depan. Siap-siapin aja barang-barangnya".
"Eeeeh kenapa ga ngajak mama aja pa?"
"Mama kan kerja"
"Hahaha iya betul..betul.."
Kami tertawa berdua.
Terbayang nanti kegiatan apa aja yang akan aku lakukan di sana. Pasti Ternate indah banget.
Sebenarnya masih bertanya-tanya sampai sekarang, ada apa gerangan papa tiba-tiba ngajak pergi liburan ke Ternate? Aaaahh mungkin emang rezeki anak shalehah :)

Here we gooooo....!!!
I'm coming East Indonesia *sumringah*

(boarding pass)
 Pesawat take off jam 01.20 WIB dini hari. Perjalanan ke sana kurang lebih 3 jam.

(peta pulau Ternate, sebelah kiri atas)

(Sultan Babullah Airport)

Alhamdulillah sampai di tkp jam 07.30 WIT. Agak lieur karena perbedaan waktu yang lebih cepat 2 jam dari Jakarta. Setibanya di airport, aku, papa, dan 1 teman papa naik taksi. Iya judulnya taksi, tapi taksi di Ternate ini bukan taksi kayak di Jakarta, tapi sejenis mobil kijang biasa dan supirnya tidak berseragam ala-ala supir taksi. Jadi penjelasan yang di dapat dari papa, kalau di sini ga ada taksi, adanya ojek, angkutan umum (sedikit banget) dan (katanya) taksi. Ga pake barometer, jadi langsung tawar menawar di muka. Harganya juga lumayan mahal dari airport ke hotel (yang menurutku nggak jauh-jauh banget) : Rp 130.000,-
"Iiiihh waw" kataku dalam hati.
Lama di Ternate : 5 hari. Puas pake banget pokoknya.

(kamar di lantai 2)
Pesan kamar di lantai 2 yang 2 kasur. Wihiiwww guling-guling di kasur. Hmmm cuaca di luar sama kayak di Jakarta, jadilah mendekap di kamar hotel melulu, dan papa masih sibuk dengan sedikit kerjaannya yang tinggal dikit lagi. Sesekali papa dan temannya pergi ke basecamp kantor untuk presentasi. Alhasil aku sering ditinggal sendirian di kamar, tapi ga merasa kesepian karena ada wi-fi :)
Oya, 300 m dari hotel sudah terlihat laut lepas dengan dihiasi gunung yang ada di pulau Tidore. Jadi bisa main kapanpun untuk menikmati indahnya laut.
(Pantai Falajawa)

(300 m dari depan hotel)
Barulah pada hari ke-2 pergi jalan-jalan menikmati malam di Ternate : pergi menyusuri bibir pantai. Cari makan malam : sate ayam. Habis itu ditawari teman papa untuk makan durian Ternate di pinggir pantai *ga bisa nolak durian*. Setiap malam dibuka tempat-tempat duduk yang menyuguhkan minuman-minuman jahe. So sweet banget kalo yang mau honeymoon di sini. Hehehe...
(jual durian saat sore menjelang malam)

30-09-2015

Sore harinya, aku dan papa jalan-jalan berdua mengitari Ternate di bagian kotanya. Menyusuri ke pasar kota. Banyak yang jual batu bacan (batu akik), dan ga jauh dari pasar, ada masjid besar (lebih tepatnya masjid terbesar di Ternate).
(Masjid Al-Munawwar)

(foto di dermaga depan hotel)

(sebelah kanan : taman samping masjid)

(lobby hotel)

01-10-2015

Tiba harinya untuk mengitari seluruh Ternate \(^^)/
Perjalanan dimulai jam 13.30. Alhamdulillah supir yang kami sewa ngerti seluk beluk jalan di sini. Harga yang biasa ditawarkan yaitu 300.000 untuk penyewaan mobil + supir + guide (supirnya sendiri). Yaaa ga apa-apalah nominal segitu untuk 1 hari mengitari Ternate, ada 3 orang yang ikut : aku, papa, dan teman papa. Kapan lagi bisa main-main ke Indoensia Timur?
Baiklah, dimulai dari bagian bawah Ternate ---> ke atas ---> turun lagi.

1) Benteng Kalamata.
Benteng ini dibangun oleh Belanda sebagai media pertahanan melawan bangsa Portugis yang ingin menguasai rempah-rempah di Ternate ini. Ayoooo coba inget-inget pelajaran sejarah pas SMP dulu :p . Benteng dibangun di tepi laut. Kalau di foto, sebelah kiri sudah laut. Ukurannya tidak terlalu besar.
(Benteng Kalamata)

2) Lupa nama tempatnya. 
Tempat ini diambil sebagai latar uang Rp 1000,- . Coba cek uang seribu yang ada di dekat kalian. Foto di bawah ini, diambil dari posisi samping (kan kalo di uang 1000 dari posisi depan). Gunung yang dibelakang itu adalah gunung Tidore. Kalau mau nyebrang dari Ternate ke Tidore pakai speedboat selama 30'.
(latar uang Rp 1000,-)

3) Danau tolire.
Danau ini danau yang terbesar di Ternate, terdiri dari danau tolire besar dan kecil. Oh ya, pas itu aku mencoba melempar batu ke dalam danau tersebut (ada yang jualan bongkahan batu, harganya 5000), hasilnya adalah rasanya udah kuat dan jauh ngelempar batu untuk sampai ke tengah danau, alhasil si batu ternyata cuma jatuh di tepian danau which means danau tolire berarti luas, besar, dan (pastinya) dalam.
(naik tangga dulu untuk sampai ke danau)

(danau tolire besar)

Saat turun dari danau tolire besar, akan dijumpai danau tolire kecil yang bersebelahan dengan laut lepas.
(danau tolire kecil)

(laut di samping persis danau tolire kecil)
Eh, gunungnya kayak bertopi ya?
Fuuuhhh tadinya mau lama-lama main di laut ini. Masya Allah indah banget. Suhunya juga lumayan panas, ga kuat lama-lama. Kalau masih bisa lama-lama di main di pantai ini, rencananya mau bikin tulisan 'Ternate, ILU" *mulai alay deh.
Lanjuuuttt....

4) Pantai Sulamadaha
Naahhh di sini nih yang paling lama mampirnya selama jalan-jalan. Kalau udah sampai di pantai sulamadaha, jangan kegirangan dulu. Ada 'hidden heaven' yang katanya jarang pengunjung tahu, rata-rata pengunjung udah main pasir dan berenang di pantai itu. Coba bersabar dan jalan lagi +/- 1 KM dari pintu masuk. Nanti ada teluk yang bentuknya segitiga, dan di sana kita akan dimanjakan pemandangan laut lepas. Bisa juga naek ojek dari pintu masuk ke teluk sulamadaha, bayarnya 10000. Tapi kami milih untuk berjalan kaki biar bisa lebih nikmat mengagumi ciptaan Allah. Ga ada duanya deeehhh :D
(pantai sulamadaha, pintu masuk)

(sampai di teluk sulamadaha)

 
(I'm ready to jump!)
Sempat ngobrol sama 2 anak perempuan ini. Shy-shy cat mereka berdua. Diajak buat foto bareng, mereka malah kabur dan nyebur *duh sedih*.


(Byuuurrr~, airnya lumayan dingin)

(pemandangan ke laut lepas)

(airnya jernih banget)
Ya Allah, mau mau mau bangeeett nyebur! Hahaha tapi gimana caranya? Akhirnya cuma bisa main-main sama air aja. Di teluk ini, kata orang sekitar ada taman laut di bawahnya (*.*)
Setelah shalat ashar di mushala warga, teman papa (lahir di Ternate) mesan makanan khas di sini dan beli kelapa.
(pisang pake sambel ulek + kelapa)
Sambil makan dan minum, ambil posisi duduknya ke laut lepas. Alhamdulillah lengkap sudah hidden heaven-nya :D
Buat yang mau honeymoon, Ternate recommended banget untuk dijelajahi berdua.
(nanti ga mau lagi dinikmatin sendirian)

5) Taman Batu Angus
Next, malala (bahasa minang : jalan-jalan) ka taman batu angus. Tambah amazing lagi pas sampai di situ. Katanya dulu taman batu angus ini sering dijadiin tempat-tempat orang uji nyali, tapi sekarang udah ga dibolehin. Emang iya sih isi tamannya batu-batu yang menghitam (lebih hitam pekat dari batu biasa), akibat dari meletusnya Gunung Gamalama tahun 1700-an. Laharnya turun ke bawah dan membakar batu-batuan. Ga kepikir berapa lama batunya mendingin.
(manjat ke atas bebatuan)

(tuuhh batunya hitam pekat. Liat, itu gunung gamalama)





(hello Papa, I was on the top)
Lagi, dan lagi, disampingnya selalu ketemu sama laut :D
Manjat ke atas gunung bebatuan pakai gamis. Hehehe nekat sebenarnya,,,

(mobil bisa masuk kok, tapi enaknya jalan kaki)

(senja menunggu tuan @taman batu angus)

6) Benteng Talukko
Unfortunately, karena udah adzan maghrib, jadinya ga sempat ke 1 benteng yang indah, benteng Talukko. InsyaAllah kapan-kapan ke Ternate lagi, sekalian ke Tidore. Aamiin
(dari google)

02-10-2015

Hari ini diajak makan sama teman papa ke Royal's Resto, makan makanan khas Ternate dan ada juga yang dari Ambon.
(Teri dan gohu)
Sebelah kiri : teri. Sebelah kanan : gohu (ikan mentah yang dipotong-potong : rasanya ga amis sama sekali + irisan bawang merah mentah + air jeruk).
Enaaaakkkkk :9

(Bapeda)
Rasanya hmmm... agak aneh. Yang bening itu mirip kayak aci dan cara makannya langsung ditelan, ga perlu di kunyah. Ditambah kuah rasa asam pedas. I love it !!! Sungguh.

03-10-2015

This is the end of my journey in Ternate for 5 days. Thank you Ternate for colouring my life.
I'll be back soon, insyaAllah....

(kresek isinya batu bacan *tapi boong* )

Jadi, kapan mau mengunjungi Timurnya Indonesia?