Wednesday, November 26, 2014

Cerpen : Laksana Mata Air di Padang Pasir (1)

        2 September 2014
        Jam 22.00 waktu Romania

     Tumben sekali mata ini belum mau terpejamkan. Sepertinya bukan salah mata, tapi salah pikiranku yang kini telah melambung jauh entah kemana. Jari tangan masih sibuk mengetik kata demi kata dan lampu malam sudah siap menemaniku malam ini. Aku membuka sebuah web yang biasa digunakan orang banyak untuk bertanya atau mencari apapun. Kali ini aku membuka banyak 'new tab' untuk mempercepat pencarian.
        "arrghh kenapa ini lagi yang ditampilkan oleh si mesin pencari? iklan melulu. Aku butuh sebuah info. Waktuku sudah tak lama lagi" gerutuku.

        Pukul 22.35
        "I found it. Alhamdulillah!"
       Segera aku loncat dari tempat tidur dan mencatat alamat yang tertera pada gadget. Selain itu, aku screen captured juga agar tersimpan aman di gadget. Kita memang harus pintar menjaga apa yang sudah didapat bukan?

        3 September 2014
        Pukul 05.30

        "Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur. Eh masih jam 05.30? Hmmm subuh masih jam 06.00" mataku kini menyipit ke arah handphone di tangan kiriku.
      Sudah seharusnya sebagai seorang muslim dan bahkan agen muslim di negeri orang, hal yang pertama kali terucap adalah do'a bangun tidur. Bukankah sudah dari kecil diajarkan seperti itu? Allah masih mengembalikan ruh ke dalam jasad ini. Allah masih memberi kesempatan kepada hamba-hamba-Nya untuk segera menebus dosa sebelum dibalas oleh Allah di akhirat kelak. Dan harusnya setiap muslim menyadari itu.
        "Masih ada waktu untuk qiyamulail (tahajud). Waktu Sunrise masih jam 07.40".

        Pukul 08.00
      "Alhamdulillah matahari sudah terbit. Aku senang matahari terbit karena dirinya-lah salah satu saksi bisu Islam pernah berjaya di Eropa. Insya Allah hal itu akan terulang lagi dan aku ingin ikut ambil andil dalam perjuangan keberjayaan Islam kembali. Semoga raga ini akan bersaksi di hadapan-Nya kelak" tak terdasarkan pipiku sudah terbentuk aliran sungai kecil.
        Setelah mandi dan berpakaian nuansa biru, aku raih kembali gadget dan membuka selembar peta besar. Peta ini diberikan oleh teman Romania sebagai pemandu untuk berjalan-jalan sendiri di kota Cluj Napoca.

        "Alhamdulillah tidak terlalu jauh jarak strada observatorului ke strada pastorolui, jarak tempat asrama aku dengan sebuah tempat yang sudah dari semalam aku cari semenjak menginjakkan kaki di negara asing ini".
        Aneh sekali Allah menakdirkan aku hingga di tempat ini. Sebuah negara yang namanya-pun baru pertama kali aku dengar untuk sebuah perjalanan jauh seorang diri. Mungkin saja aku jarang buka peta dunia. Aku yakin Allah pasti sedang mengajarkan sesuatu.

            Pukul 09.30
        Aku percepat mencari rute bis yang bisa mengantarkan aku ke strada pastrorului di mesin pencari ini. Setelah itu segera screen captured hasilnya dan bergegas pergi meninggalkan dorm untuk berpetualang seorang diri mencari tempat yang selam ini ingin aku kunjungi.

            Pukul 09.45
        Untungnya halte bis dekat sekali dari dorm aku. Hanya 10 menit berjalan kaki. Satu yang kusenangi dari negara ini adalah 'on time'. Bisnya selalu datang on time. Bismillah, aku mulai pencarian ini.
        hmmm seperti yang sudah kuduga, lagi-lagi aku jadi pusat perhatian di dalam bis. Ya sudahlah. 
        Aku pasang wajah tersenyum setulus mungkin, agar prasangka mereka selama ini ke orang muslim tidak benar adanya seperti yang diberitakan di tv kebanyakan.

        Pukul 10.00
        "ngiiiitttt...." bis berhenti di dua halte setelahnya.
        Aku turun lewat pintu depan bis. Setelah itu aku segera membuka tas dan mengambil gadget untuk melihat denah jalan yang sudah kusimpan tadi.
        "Allah i'm very sure that You are always beside me, and guide me in every single day. That's why i want to be adventurous" batinku.
        Aku susuri jalan setapak demi setapak seperti yang tertera di layar gadget hingga sekarang aku berada di persimpangan jalan. Jalanan ini begitu sepi tapi mendamaikan.
        "I'm sorry. Can you speak English?" tanyaku pada pria asing yang sedang berjalan.
        "Yes of course" jawab pria asing tersebut.
        "Do you know how to reach strada pastorolui?" aku memperlihatkan peta padanya.
       "It's close from here. Young lady, you walk there and then turn left. After you find the blue house, you can turn right" jawabnya ramah.
        Ooohhh i love this people.
        "Thank you sir. See you".

        Pukul 10.18
        Dan untuk kedua kalinya aku berada di persimpangan jalan. Aaahh i'm bad in direction!
        Sungguh nekad sekali aku ini.
     "Excuse me, can you speak English?" tanyaku pada seorang bapak tua berbaju biru tua yang sedang berdiri di depan rumahnya. Tampaknya ia ramah.
        "Yes, what's going on?" tanyanya.
        "Do you know where strada pastorului is?" tanyaku dengan muka kebingungan.
        Rumah-rumah di sini tertata sangat rapih dan lingkungan sekitar bersih. Tak kulihat ada lubang-lubang di jalanan.
      "Hmmm go straight and turn right. Then you'll find it on right side" jawabnya dengan sebuah senyuman mekar di bibirnya.
        Ooohh men, i want to live here.
        "Mulțumesc (thank you)" ku praktikan sepatah kata dari bahasa Romania.
        "Cu plăcere" jawabnya.
       Kulangkahkan lagi kaki menyusuri jalanan asing ini dan berfikir mungkin tadi artinya sama-sama (you're welcome). Kali ini jalanannya menurun. Kulihat di sisi sebelah kiri adalah nomor rumah genap dan sebelah kanan adalah nomor rumah ganjil.

         Pukul 10.45
        Perlahan-lahan aku hitung nomor rumah ganjil mulai dari nomor 1, 3, 5, 7 dan hingga akhirnya aku menemukan no 17.
        "Alhamdulillah ini benar Strada Pastorolui nr 17" teriakku dalam hati.
        Dengan bersemangat aku mecari bel, dan alhasil meskipun belnya sudah aku tekan berkali-kali tidak ada orang yang keluar untuk membukakan pintu. Ada apa di dalam? Aku ingin sekali masuk. Aku menunggu lama orang di dalam. Nomor kontak orang di dalam? Aku tidak punya. Hingga akhirnya rintik-rintik hujan yang menemani kesendirianku.
        Jalanan begitu sepi di pagi hari. Mungkin orang-orang sedang bekerja di kantor. Tak kutemukan payung di tas.Tidak ada tempat untuk berteduh. Haruskah aku pergi dan kembali lagi ke rumah ini mengingat waktuku di Cluj hanya tinggal 3 hari dan beberapa agenda farmasi dan jalan-jalan (diajak teman-teman romania).
        Kecil kemungkinan aku kembali lagi ke rumah ini.

Tuesday, November 25, 2014

Cluj Napoca 5

Bismillah...
Akhirnya punya waktu juga untuk lanjut mengisahkan perjalanan di Romania. Sampai cerita yang ini, saya baru berkunjung ke 2 kota di Romania. Masih ada lagi kota ke-3 yang akan saya kunjungi.
Silahkan disimak~

"karena setiap langkah menciptakan cerita" -dila.


Seperti biasa, setelah pulang dari kegiatan farmasi di apotek RS, saya dan Arantxa diajak oleh teman-teman Romania mengitari kota Cluj. Dibawalah kami ke pusat taman kota. Huaaaa benar2 indah banget tamannya. Ya ampuunnn beda banget sama di Jakarta. Tunggu, emang di Jakarta ada taman? hehehe... ada sih, tapi sedikit. Taman yang pernah saya kunjungi : Taman Suropati, dekat masjid Agung Sunda Kelapa (tempat saya dan mama menghabiskan waktu ngaji berdua di masjid Agung Sunda Kelapa). Masjid yang diominasi oleh orang-orang minang dan ada banyak wisata kulinernya juga loohh :D
Lagi-lagi saya lupa nama taman di Cluj ini. Susah siihh namanya. Maklum perbedaan bahasa. Nah ini foto-foto tamannya. Ini kedua kalinya saya ke taman ini, sebelumnya pas sore hari jam 19.00 waktu sana (masih terang) saya, Arantxa, dan Omnia pergi bertiga untuk melihat konser intrumental. Sugoooiii.. keren abis konsernya. Konsernya itu di tengah taman. Namanya juga konser, yaaa sampai malam sekitar jam 22.00. But i enjoyed the concert. Alhamdulillah aman di sana. Jadi pas itu ga terlalu keliatan keindahan tamannya. Dan sekarang taraaaaaa keliatan banget keindahan tamannya. Bersih banget dan dingiiinn (gerimis-gerimis romantis) :p
Heeyyy,,, there are new comers. Yeeaayy \(^.^)/
(Taman pusat kota Cluj)
Banyak burung2 pigeon di taman ini. Sayang, ga bawa makanan untuk burung2nya.
Nah ini pemandangan lain di tamannya.


Uniknya di taman ini, masyarakatnya boleh berkemah. Tendanya pun disediakan. Ga bayar. Jangka waktunya juga ga ditentuin. Itulah enaknya pemerintahnya memfasilitasi masyarakatnya. Salah satu syaratnya : kebersihan tetap dijaga. 
(konser instrumen)

(depan gedung putih : tempat konser instrumennya)
(bersama teman2 Romania di depan gedung putih)

(ini tempat konser instrumennya, depan gedung putih yang di foto atas)

(ini kondisi di belakang gedung putihnya)
(how cuuutteeee it is. Danau)

(hi, ducky!)

Tadinya saya mau nyoba naik perahu bebek-bebekan, tapiiiii ternyata mahal. Jadi itu adalah danau buatan (gile, danau buatan bisa seindah itu. Luas lagi). Pas foto sama teman2 bule diatas, saya (eh bukan. Maksudnya tongsis saya) jadi pusat perhatian. Orang yang berlalu lalang merhatiin tongsisnya. Saya kenalkan ke mereka kalau ini 'stick'. Di Eropa belum ada tongsis. Bagus niihh kalau mau bisnis tongsis di Eropa. Coba aja!
Setelah lumayan lama jalan-jalan di taman, teman2 romania ngajak kami ke suatu tempat. Tempat dimana raja Inggris memberikan hadiah untuk kota Cluj, Romania. Let's see the presents :D
Oya sebelumnya, selagi menyusuri jalan di taman itu, aku kita berhenti untuk beli makanan, called Langos.
Kata Arantxa yang dari Spanyol, di sana ada juga Langos dan memang banyak disukai oleh orang-orang Eropa. Cihuuyyy berasa jadi orang Eropa :D
Untuk harganya ga terlalu mahal. Standar laaahh~ tapi lupa harga pastinya berapa.

(cara pembuatannya, pakai arang)

(let's eat it!)
Hmmm mau tau rasanya?
Rasanya (yang kayak saya pegang : Langos) itu kayak apa ya dibilangnya. Pokoknya ada cream2 gitu yang terbuat dari telor, ada kejunya, dan si rotinya itu. Rotinya sih yang beda rasanya. Psssttt masih berasa loh sampai sekarang rasanya di mulut :9
Kalo rasa yang lagi atas arang itu (Kalacs) : manis -icip2 punya teman. Saya lebih suka langos.

Yuukk lanjut lagi...
Sampailah di Inggris #eh

(akhirnya bisa foto beneran sama 'telephone')
Telephone merah ini salah satu icon terkenal negara Inggris. Ga ada edit photoshop loh ya. Beneran telephone :D . Tinggi juga ternyata...
(wooden shoe)
(Arantxa bela2in masuk ke dalam sepatunya. Hahaha)

(Inilah kami! Full team!)
Ada 2 teman baru di foto ini : yang laki2 (no 1 dari kiri : Jeremy Marechal. Ya iyalah cuma cowok sendiri) dan yang perempuan (no 3 dari kiri : Nanes Madalina). Jeremy asalnya dari France dan Nanes dari Romania di kota Brasov.
Nanes ini baru pulang pertukaran pelajar dari France, dan esoknya dia langsung guide kami. Baiknyaaa~
Oh ya, orang Eropa Timur ga se-strict (keras) yang dibayangin loohh. Mereka baik-baik semua. Kalo ramahnya hmmm masih ramahan orang Indonesia. Sering saya ditawarin makanan sama teman2 di sini. Baik banget lah pokoknya. Tapi saya ga tau kalo orang Eropa Barat kayak gitu juga apa nggak. Nantilah sama suami berkunjung ke Eropa Barat. Huehehehe..... *aamiin

Ga selesai di situ aja perjalanan aku dan Arantxa. Kami dibawa lagi jalan2 ke Theatre terkenal di Cuj. Sayang ga bisa masuk ke dalamnya karena lagi ada acara di Theatre tersebut :(
Tapi pas searching2 di google, dalam theatre nya itu waaaaahhh banget! Macem di film2.
Arantxa itu yang di sebelah aku (yang rambut panjang).
(foto di depan theatrenya)

(Univ UMF pertama untuk FK n Farmasi)
Tapi sekarang dipindahin gedungnya ke gedung yang baru (ada di postingan yang judulnya Farmacie in die Cluj).
Habis itu pergi ke museum lukisan. Uniknya museumnya ini di dalam benteng pertahanan zaman dulu)
(di dalam benteng, itu jalan yang biasa saya lalui)
(lukisan-lukisan di dalam benteng)




(Baba Novac, pahlawan dari Hungaria)
Saya juga dikenalin ke seorang teman Hungaria (laki2). Hungaria itu berbatasan dekat banget sama Romania, cuman wilayah Hungaria emang kecil.
(w/ Eduard Tokes)
Nanti kalo mau ke Hungaria bisa calling2an sama teman yang satu itu :D
Yang pasti siap sedia visa Schengen.
Welcome Europe!
I'll come to you (again) soon...

Sunday, November 23, 2014

Cerpen : Refleksi Jiwa di Istana Surgawi

Refleksi Jiwa di Istana Surgawi
(Lomba SPOT di BILQIS 5)

“greeekkk…” ku buka kain gorden berwarna hijau muda. Pantulan sinar matahari menghambur ke segala penjuru ruangan.
Hi, Aran. Good morning. Did you have a good sleep?” sapaku pada teman sekamar yang baru kukenal satu minggu yang lalu.
Saat itu kami bertemu di sebuah asrama mahasiswa berlokasi di Strada Observatorului, Cluj Napoca. Aran berasal dari Spanyol. Ia datang ke asrama dengan tidak membawa tas koper. Aku dibuat aneh olehnya. Setelah perkenalan yang singkat dan hangat, ternyata aku ketahui bahwa kopernya terbawa ke Barcelona. Bisakah kau bayangkan tinggal di suatu kota yang baru tanpa barang-barang pribadi di dekatmu? Semenjak cerita kejadian koper itulah hubungan pertemanan kami semakin akrab, hingga sang waktulah yang kini telah membawa kami ke kota Brasov, Transylvania-kota legenda Dracula berasal.
Morning, Anni. Yes, of course. I fell better this morning”.
I’ll take a shower first. Is it okay? tanyaku pada Aran.
Sure. I have enough time to clean myself because it’s 6 o’clock”.
Setiap pagi dengan suhu 7oC aku selalu bangun lebih awal daripadanya karena aku harus melaksanakan kewajiban kepada Allah, shalat subuh. Sungguh berbeda rasanya menunaikan shalat di negara yang jauh dari peradaban Islam. Tepatnya tidak ada adzan di sini. Sungguh asing rasanya. Aku sangat merindukan suara adzan.
15 menit kemudian.
I done. Your turn”.
Kini penampilanku telah berubah menjadi nuansa ungu. Baju ungu, kerudung ungu, dan rok hitam dengan gambar rangkaian bunga menghiasinya, menambah elegant bagi orang yang melihatnya. Tak lupa aku sematkan pin putih bermutiara di bahu kiri dan memakai sebuah jaket berwarna hijau lumut.
Ok. I’ll go in rush. Hmm… Lina will come to here at 7 o’clock. Be ready”.
Lina adalah gadis asli Romania dan ia tinggal di kota Cluj Napoca. Ia bersedia menjadi guide kami selama di kota legenda Dracula ini. Tidak memerlukan banyak waktu untuk berteman akrab dengan Lina, ini karena sifatnya yang ramah, ciri khas orang Eropa Timur.
Pukul 06.50
Hello everybody. How about your sleep tonight? Are you ready to visit Castelul Palace?” sapaan ramah dari Lina kepada kami berdua.
Kami bertiga menuju stasiun kereta api untuk mencapai Castelul Palace, sebuah istana terindah di Romania. Jarak tempuhnya adalah sekitar 60 KM. Rel kereta api ini membelah pegunungan Carphatian. Banyak sekali pohon cemara yang tumbuh. Ini adalah pertama kalinya aku mengunjungi sebuah istana. Rasa penasaran menyelimutiku sejak membuka mata. Perjalanan ini aku maknai seperti tadabbur dan tafakur alam. Masya Allah.
Pukul 08.30
Here we are. Can you see the palace? There…there...” tanya Lina ke kami berdua dengan menunjuk arah yang dimaksud.
Setibanya di taman istana, kami bertiga mengantri untuk mengikuti palace tour. Lihatlah, aku akan masuk ke dalam istana dan akan merasakan menjadi seorang putri kerajaan selama 2,5 jam. Sebuah istana dengan luas 3200 m2 dan mempunyai lebih dari 170 ruangan. Siapapun yang masuk ke dalamnya akan terlihat takjub dengan segala kemegahan istana. Aku seperti sedang berada di negeri dongeng, mungkin seperti Cinderella. Segalanya berlapiskan emas, ukiran-ukiran mewah, barang-barang kerajaan yang didatangi langsung dari negara-negara Eropa seperti Jerman, Turki, Perancis, Belanda, dan lain-lain. Selain itu, terdapat banyak pintu rahasia yang dapat tembus dari suatu ruangan ke ruangan lain dengan menekan atau menggeser barang tertentu untuk membukanya. Lengkap sudah aku merasakan tenggelam dalam surga duniawi.
Pukul 11.00. Tur selesai.
“Lina, Aran, sorry I need a little time to be alone in that garden sitting on the bench. See you”.
Kini langkah kakiku semakin cepat menuju kursi di tengah taman istana. Duduk sendiri, menghindar dari keramaian turis-turis. Ada sebuah rasa yang tanpa izin masuk ke dalam hatiku saat ini.
Allah menjanjikan kepada orang-orang mu'min, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah kemenangan yang agung” (At-Taubah : 72).
Tanpa sadar kini air mataku jatuh seperti rintik hujan yang malu-malu menyapa bumi untuk kesekian kalinya. Aku sedang memaknai kehidupan.
“Tidak akan Yaa Allah. Tidak akan kutukarkan kenikmatan akhirat dengan kemewahan dunia. I can feel You, Yaa Rabb. You have promised me that two raka’ats in Fajr are better than the world and everything in it (HR. Muslim no. 725)”.
 Engkau telah mempermudah dan mengizinkan hamba-hamba-Mu yang hina dina ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada sebuah istana seperti di depan mataku yaitu mendapatkan dunia dan seisinya, tapi mengapa kami kufur nikmat-Mu?
 “Allah, one thing I know most is You are the reason I live for”.
dan titik akhir perjalanan ini selalu bermuara kepada-Mu.


-fin-

written by

Adila Raihannisa
UNPAD






Saturday, November 22, 2014

(selingan) Jilbab Traveler, why not?

Tertanggal 22 November 2014 kemarin, pelaksanaan BILQIS yang ke-5 dimulai. Bertemakan 'Jilbab Extraordinary Traveler (JET). Keren semua panitia. All of you did well, very well.
Saya tau rasanya ga mudah mengadakan sebuah acara seperti itu, karena saya mengalaminya juga di BILQIS 4 :D
Proud of you lah pokoknya!!!

Saat datang ke PSBJ UNPAD, disambut dengan panitia meja registrasi.
"udah dimulai acaranya?"
"baru dimulai teh" kata panitia.
"ooohh alhamdulillah"
"teteh namanya siapa?" tanya panitia yang mulai mencari puzzle huruf
"adila. Emang ada apa?"
"sini teh photo booth dulu. Pegang ini ya teh"
Mereka memberikan sebuah karton duplex tebal yang telah berjajar rapih nama saya di sana.
Jadilah hasilnya seperti ini.
Oooohh berbentuk passport toohh... Kreatifnyaaa~
Selain itu ada pake balon-balon juga. Rainbow balloons. Alhasil yaaa jadi narsis deh :p
Panitia mancing-mancing siiihh *alesan

Ga cukup sekali ternyata (baca : ketagihan)

Selain itu juga acara ini mengundang tim dari Indonesia Mengajar (dikirim ke pelosok-pelosok Indonesia seperti Bima), Asma Nadia yang udah melancong ke 59 negara (solo traveler), dan Lisa Namori (pembawa acara Travelleza).
Mbak Asma banyak menceritakan pengalaman ia bisa sampai seperti sekarang. Menginspirasi sekali pembicara yang satu ini, sampai-sampai dikasih penambahan waktu sama panitia karena request-an peserta.



Terus saya beli novelnya yang judulnya "Assalamualaikum Beijing" yanga akan segera hadir di bioskop 30 Desember 2014. Semoga saya bisa menciptakan jejak-jejak perjalanan seperti mbak Asma. Aamiin.
(sekalian dapat ttd penulisnya langsung)

She left a message. Can you read it? 'Semoga Cinta Menemukanmu' #aaiisshhh
Para panitia yang bantuin untuk baca tulisannya jadi histeris setalah rangakaian katanya terbaca.
"teteeehhh pas banget bwt teteh".
Cepat-cepat saya tutup bukunya dan lari masuk ke dalam gedung *ngacir

Ini model kerudungnya dikreasiin sendiri. Ga ngeliat video2 tutorial di youtube. Simpel kan? Cuma butuh 2 peniti dan 1 bros aja. Itu kerudungnya di double 2 biar ga menerawang. Emang situ mau diterawang sama orang yang lalu lalang? Terus kok bisa tetap panjang? Bisa dong :D
Kerudung panjang itu biar ga sembarang orang 'menikmati' keindahan kita.
Yuukk perempuan, perbaiki lagi kerudungnya. Kerudungmu adalah untuk menjagamu.
Wahai para kaum remaja perempuan, kalian telah terhipnotis dengan kata-kata orang Barat: "Beauty is pain" (harus wax, pakai kontak lens, sedot lemak, dll). 
Big NO! 
Islam mengajarkan ke kita bahwa "Beauty is not pain, it's simple". Prove it.
Lebih percaya kata mereka apa ke Penciptamu?

Tibalah saat-saat yang dinantikan yaitu pengumuman lomba cerpen. Dagdigdug...
Dimulai dari juara ke-2, yaitu peserta dari UPI *applause
Selanjutnya juara ke-1,,, (zero expectation) *sambil nyalin catatan teman sebelah.


Eeehh saya menang? Ga mungkin kayaknya. Eh tapi kok nama saya yang kepampang di layar depan?
Coba saya eja lagi hurufnya.
Benar.
Maju nih? Ga usah laaahh *tapi disuruh maju sama mc

Saya diminta untuk menceritakan isi dari cerpennya. Sambil gemetaran saya mulai berbagi pengalaman dengan suara yang ikut gemetar juga tapi saya berusaha stabilkan biar jelas penyampaiannya.

"Alhamdulillah ga nyangka bisa menang. Beneran ini juara 1? Jujur, saya bikin cerpennya dadakan. Jadi saya menuangkan sebuah hikmah perjalanan yang memorable banget. 2 bulan kemarin saya baru pulang dari Romania. Di sana, saya berkunjung ke sebuah istana yang terindah di Romania, namanya Castelul Palace. Saya ikut tur di dalam palace itu dengan didampingi sama guide selama 2,5 jam. Semua interiornya terbuat dari emas dan tinggi bangunannya berpuluh-puluh meter. Lebih tinggi dari bangunan PSBJ ini. Rasanya kayak hidup di film disney, mungkin Cinderella. Selesai tur itu, saya menangis. Saya terhentak dengan balasan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya yang menunaikan shalat 2 rakaat qabliyah subuh : mendapatkan dunia dan seisinya. Dan istana yang didepan saya ini masih secuil dari dunia, apalagi isinya. Ooohh Allah Engkau buktikan bahwa Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semoga akhir perjalanan saya selalu bermuara kepada-Nya".

(penyerahan hadiah oleh korwat Farmasi)

(oleh-oleh dari acara BILQIS)

Yaaakkk sekian cerita di tanggal 22 November 2014 kemarin.
Mari diakhiri dengan hamdalah.
"alhamdulillah"

Sunday, November 2, 2014

Cluj Napoca 4, Romania

Bismillah...

Ketika menulis cerita tentang Romania, rasanya kepingin nyetel lagu Raisa-Terjebak Nostalgia.
Kadang setiap kali nulis cerita atau pengalaman di sana ibarat menahan rindu yang semakin bertambah setiap harinya.
Semoga suatu hari nanti bisa kembali lagi ke Eropa sana *aamiin...
dengan 'tidak seorang diri' lagi.
Iya, aku pergi sendiri ke Eropa dan sekali-kalinya pergi langsung ke tempat yang jauh, beda benua.
Terima kasih Yaa Allah..

Setibanya di dorm (asrama) selesai dari kegiatan farmasi di apotek RS, aku dikagetin dengan kedatangan teman-teman UMF. Mereka mengajak aku dan Arantxa untuk jalan-jalan mengitari kota Cluj. Let's see my journey...

(minta waitress untuk fotoin kami)

Foto yang di atas ini lagi chill out. Tempat makannya seperti resto-resto di tengah kota. Jadi masuk-masuk gang dulu, dan taraaaa banyak tempat makan yang berjejer di sana. Terbilang murah bagi orang sana.
(pesan makanan vegetarian)

Harga makanan vegetarian di atas ternyata lebih mahal dari pasta spaghetti. Kalo di rupiah-in, yg vegetarian sekitar 40rb, pasta 30rb. Tapi ternyata enak juga loh makanan vegetarian. Minumnya pesan orange juice. Susah euy di sana untuk makan sayur-sayuran. Salad? hmmm i don't like it. Jadi kulitnya kering karena selain faktor jarang makan buah dan sayur, udara di sana dingiiinnn... Jarang matahari. Akhirnya ngerasain juga kenapa bule-bule itu senang untuk sunbath, apalagi sunbath di Indonesia :D
Pas chill out, kami mengobrol tentang kehidupan di negara masing-masing. Oya ada cerita seru nih.
Saat pesan makanan, saya bilang ke waitress-nya ga mau makanan yang mengandung pork (daging babi) dan minuman yang mengandung alcohol. Big no!
Setelah itu, teman-teman yang lain penasaran dan menanyakan kenapa ga boleh makan dan minum seperti mereka pada umumnya. Mungkin menurut mereka, hal-hal itu biasa aja dan punya good taste. Wuiihh alcoholic dan porkholic banget deehh orang-orang sana.
Ya sudah aku jelasin alasannya karena di Islam ga boleh karena alkohol bisa nyebabin perlemakan hati/sirosis hati (setelah belajar di farmasi) dan kalo pork itu karena mengandung banyak cacing pita. Kebayang dong masa mau makan yang banyak mengandung cacing? Itung-itung da'wah juga nih, ladang amal. Tenang, Allah telah mengatur semuanya dengan detail.
Proud to be muslim.
Aku cenderung dingin kalo masih pertama kali ketemu, tapi lama-lama meleleh kok. Hehehe
Mereka asik diajak ngobrol. Alhamdulillah ga ada kendala dalam berbahasa.

(bersama teman-teman farmasi UMF, Cluj Napoca)

Esok harinya, diajak jalan-jalan ke Botanical Garden setelah pulang dari kegiatan farmasi. Botanical garden 



(rumah kaca)

(ini beneran bunga loohh ya, ga di edit sama sekali)
Pas sampai di Botanical Garden, aku sepanjang perjalanan mencari-cari bunga-bunga yang berwarna biru (warna fav), and finally, cuman ada bunga biru seperti gambar di atas.

(tamannya tertata rapih)

(banana tree)
Heehe ada yang lucu, mereka ga percaya ketika aku ngejelasin pohon pisang di Indonesia yang biasa dipakai sebagai payung. Menurut mereka, berharga sekali pohon pisang ini karena susah pohon ini tumbuh di negara mereka (ya iya laaahh beda iklim). Padahal kalo di Indonesia daunnya dipakai sebagai bungkus pepes tahu (hmm jadi lapar).

(nyobain kumur-kumur pake sink ini)


(on the top of botanical garden)



(ada kolam kecil di dalam botanical garden)

(awal pintu masuk)

Habis dari botanical garden, kemudian aku dan Arantxa diajak ke puncak Cluj Napoca. Lucu deh di sini, khususnya di setiap kota, pasti selalu ada puncaknya di hills. Yaahh lumayan melelahkan berjalan ke puncak cluj. Hei..hei.. tau ga? karena jalan terus setiap hari, sampai-sampai kaki aku lecet tumitnya. Lumayan sakit dibawa jalan. Alhasil aku selipin tisu di kaos kaki untuk melindungi tumit yang lecet :D
Selama di perjalanan, kami semua menyeberangi jembatan seperti foto di bawah ini, Namanya Elizabeth bridge. Eh taunya kepopuleran gembok yang di kuci di jembatan seperti yang di Korea sampai di sini juga. Mereka kebanyakan nulis nama mereka dengan pasangannya di gembok, terus dikunci, dan kuncinya dibuang ke kali. Konon katanya agar hubungannya 'langgeng'. Mau sih nyoba ikutin macam anak muda gini, tapi mana gemboknya, spidolnya, dan 'siapa nama pasangannya'. Hahaha....

(Elizabeth Bridge)

(jembatannya yang dibelakang)

(perjalanan menuju puncak Cluj)

Untuk mencapai puncak, kami harus menaiki lebih dari 50 tangga warna-warni seperti di bawah ini. Capeknyaaa... Kemana-mana jalan kaki, sesudah itu harus naik tangga juga. Yup, ini perjuangan.


Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di puncak Cluj. Benar-benar indah loh, readers. Kebayar pegal-pegal setelah menaiki tangga. Oya kami sampai di puncak sekitar jam 17.00, masih terang di sana. Jadi, dari atas puncak ini, kita bisa ngeliat seluruh isi kota Cluj. Kalo di Indonesia ada ga ya? Ada, di Bandung yaitu di bukit Moko (kalo ga salah). Have you ever gone there?

(top of Cluj Napoca)

Dilanjut dengan chill out dari atas bukit. Ada cafe gitu. Pas dilihat menunya, aku memutuskan memesan es krim aja (enak rasanya). Pertama-tama yang dilihat adalah kehalalannya, kedua yaitu harganya. Kalo teman-teman yang lain pada pesan bir, minuman soda, alkohol, ada juga milk shake, dll. Mereka juga sudah terbiasa merokok, jadinya aku geser ke tempat duduk yang lain (alhamdulillah mereka ngerti). Mungkin karena udaranya dingin, jadi mereka butuh kehangatan dari ngerokok, kan kalo aku udah serba panjang semua, jadi ga dingin deh ;)
Suhunya saat itu kira-kira 17 derajat C.

(strawberry ice cream)

(personilnya sebenarnya ada banyak, tapi ada beberapa yang ke toilet)
Endingnya dari hari ini, aku minta izin pulang duluan saat sudah masuk shalat maghrib (19.15) karena di sana (pastinya) ga ada space kosong untuk shalat dan aku harus menjama' shalat ashar maghrib. Aku dianterin sama Ioana (paling kanan) untuk turun bukit dan sampai ke halte bus yang langsung menuju dorm aku. Baiknya... thank you Ioana :)
Sesampainya Arantxa di dorm, aku nanya semalam sampai jam berapa. Dia bilang mereka turun dari bukit jam 1 malam. Hoaaahh... untung nggak ikutan sampai selesai.
Aku merasa kayak wasting time aja gitu ngobrol-ngobrol yang (kadang) nggak jelas. Mending baca buku *book lover*. Hehehe...

sekian kisah perjalanan hari ini. To be continued..